Selasa, 15 November 2016



Tugas Struktur Organisasi Data 1


1.       Diskusikan hambatan - hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah index inversi untuk multi-key file.
Jawab :

Hambatan – hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah index inversi untuk multi-key file yaitu :
a)      Urutan record
Setiap penambahan record akan menyebabkan index inversi berubah berupa perubahan urutan record sehingga record harus diurut dengan urutan yang unik.

b)      Pointer ke record
Setiap key yang menunjuk (pointing) pada suatu record harus memiliki index yang berbeda-beda.  Dengan menggunakan satu pendekatan yang dapat mendukung semua jenis akses adalah dipunyainya banyak berkas yang berbeda. Setiap berkas diorganisasi untuk melayani satu jenis keperluan.

c)       Duplikasi record
                Record yang memiliki data key sama (seperti ID) harus memiliki index yang berbeda. pada masing-masing pemakai harus memiliki record-record yang berbeda, ini bisa mengakibatkan kerumitan bagi si pemakai.

Hambatan lainnya yaitu pengulangan data dari beberapa file bukan merupakan cara yang baik untuk mengakses record dengan berbagai cara. Cara ini memerlukan space yang besar di storage dan akan mendapat kesulitan pada saat pengupdatean record secara serentak.

2.       Diskusikan hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah index untuk multi list file
Jawab :

Hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah index untuk multi list file yaitu:
a)      Urutan record
Record-record harus diurutkan secara ascending (atas ke bawah) karena index Multi-List hanya menunjuk ke record yang pertama dan akan menurun kebawah.

b)      Jumlah akses record
File sequential yang memiliki akses record paling sedikit dalam index Multi-List akan dipilih sehingga file sequential tersebut harus memiliki record yang tidak terlalu banyak.

c)       Link record
Setiap record saling berhubungan sehingga index Multi-List pada sebuah record akan berpengaruh terhadap pengaksesan record lain sehingga record-record tersebut harus memiliki hubungan yang relevan.

d)      Pointer ke record
Data record mempunyai penunjuk untuk data record selanjutnya dengan nilai key dan seterusnya. Maka terdapat sebuah linked-list dari data record untuk setiap nilai dari secondary key. Nilai key harus diurut, struktur indeks adalah tabel dengan indirect addressing dan mempunyai hubungan data record yang disusun menurut ID secara ascending.

3.       Mengapa kebanyakan implementasi dari struktur alternate key index sequential menggunakan pendekatan inverted dibandingkan pendekatan multi list?
Jawab :

Kebanyakan implementasi dari struktur alternate key index sequential menggunakan pendekatan inverted dibandingkan pendekatan multi list dikarenakan mereka diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda. Masing-masing berkas tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD). Namun, mengapa lebih menggunakan pendekatan inverted dibanding pendekatan multi-list yaitu dikarenakan pendekatan inverted lebih terstruktur dan lebih menguntungkan dalam mengakses file sequential. Hal ini disebabkan oleh karakteristik index inverted yang memiliki key terhadap masing-masing record sehingga record-record tersebut dapat diurutkan berdasarkan berbagai jenis. Setiap jenis record tersebut dapat diakses satu per satu dan berurutan.

4.       Jelaskan permintaan (request) yang dapat dilayani oleh indeknya sendiri dalam sebuah inverted file
Jawab :
Jenis permintaan yang dapat dilayani sendiri oleh indexnya adalah permintaan terhadap informasi pada record berupa keberadaan index, jumlah record, keterkaitan record, record-record yang saling berhubungan, dan lain-lain. Informasi-informasi tersebut dapat dilayani sendiri oleh index inversinya tanpa harus mengakses data pada file. Indeks tersebut diakses oleh metode pencarian.Setiap entri indeks memberikan kata dan daftar teks, dapat juga menampilkan lokasi sebuah kata atau frase di dalam teks, di mana kata tersebut muncul.

5.       Pada beberapa multi list file, setiap index entry mencakup panjang dari linked list yang berkaitan. Jenis permintaan apa yang menguntungkan dengan informasi yang  tersedia ini.
Jawab :

Jenis permintaan yang menguntungkan yaitu permintaan yang dilakukan dengan menggunakan pencarian sequential karena dalam indeks multi-list untuk sebuah nilai key mempunyai hanya sebuah penunjuk untuk data record pertama dengan nilai key. Data record mempunyai penunjuk untuk data record selanjutnya dengan nilai key dan seterusnya. Maka terdapat sebuah linked-list dari data record untuk setiap nilai dari secondary key. Nilai key harus diurut. Dan yang kedua adalah pemintaan dalam pengurutan data secara ascending berdasarkan size (ukuran) file.

.
6.       Diskusikan keuntungan dan kerugian dalam memberikan tanggung jawab kepada programmer aplikasi untuk merancang file yang digunakan untuk programnya, dibanding memberikan tanggung jawab kepada orang lain.
Jawab :


Keuntungan yang didapat jika kita merancang file dengan menggunakan jasa programmer maka pekerjaan tersebut akan terlihat lebih memuaskan dan lebih akurat serta sesuai dengan apa yang kita inginkan dan hasilnya akan baik, terperinci dan terstruktur. Sedangkan kerugiannya adalah kita membutuhkan biaya yang tidak sedikit apabila kita menggunakan jasa seorang programmer dan apabila pengerjaan perancangan file tersebut dikerjakan oleh orang yang bukan ahlinya mungkin saja hasilnya tidak semaksimal hasil yang dikerjakan oleh programmer yang sudah ahli dibidangnya.




Sabtu, 15 Oktober 2016



Bionik DBMS

Bionik DBMS akan datang, tetapi akan terlihat seperti apakah itu? Pada kesempatan ini saya ingin membuat sebuah artikel yang mejelaskan apa itu DBMS dan penjelasan singkat tentang perkembangan DBMS dari awal diciptakan sampai yang terbaru yaitu DBMS bionic. Artikel yang saya buat ini bersumber pada paper yang dibuat oleh Ryan Johnson dari universitas Toronto yang berjudul The bionic DBMS is coming, but what will it look like?

A.    Pendahuluan

            1.  Pengertian DBMS


DBMS ialah perantara untuk user dengan basis data, untuk dapat berinteraksi dengan DBMS dapat memakai bahasa basis data yang sudah di tentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data umumnya terdiri dari berbagai macam instruksi yang diformulasikan sehingga instruksi tersebut dapat di proses oleh DBMS.

                         2.  Sejarah Basis Data

Sejak tahun 1960-an penggunaan basis data sudah digunakan untuk bidang komersial, dimana pemrosesan file-nya masih berbasis manajemen file tradisional. Perkembangan komputer yang semakin pesat diikuti dengan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis, sejak tahun 1970-an sampai awal tahun 1980 manajemen berbasis file tradisional berkembang menjadi manajemen basis data. Di dalam manajemen basis data dikenal berbagai model data yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan sebuah data dalam merancang suatu basis data. Manajemen ini memungkinkan banyak user untuk mengakses data secara bersamaan sehingga fasilitas yang dimiliki oleh manajemen sudah semakin banyak yaitu fasilitas pemanipulasian data, kontrol konkurensi data, recovery data, keamanan data dan didukung dengan fasilitas komunikasi data karena manajemen ini sudah terhubung dengan suatu jaringan.

a                a. Tahun 1960
Dari awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan focus utama aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model data jaringan dibentuk lalu distandardisasi oleh Conference on Data System Language (CODASYL).
Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Manajemen System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut model data hierarki. Dalam waktu yang sama, hasil kerja sama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika mengembangkan sistem SABRE. Sistem SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
                 b.  Tahun 1970
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigma DBMS paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basis data relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab menjalankan program secara bersamaan terhadap DBMS.

           c. Tahun 1980

Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang sistem basisdata dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks di semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2, Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks.Sistem khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.
Suatu fenomena menarik adalah munculnya enterprice resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambah lapisan substansial dari fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen inventori, perencanaan sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum untuk melaksanakan tugas. Data disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian, lapisan aplikasi dapat disesuaikan pada perusahaan berbeda sehingga biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih rendah dibanding biaya pembuatan lapisan aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS memasuki dunia internet. Saat generasi pertama, web site menyimpan datanya secara ekskulisif dalam file sistem operasi. Pada saat ini, DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses melalui web browser. Query dapat dibuat melalui form web dan format jawabannya dengan menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basisdata menambah fitur ini untuk DBMS mereka.


              3.  Fungsi dari DBMS (Database Management System)

       Fungsi dari DBMS adalah sebagai penghubung antara user dengan database sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses database dengan cepat dan mudah. Adapun contoh-contoh dari DBMS (Database Management System) adalah : MySQL, Oracle dan microsoft SQL Server.


              4. Komponen-Komponen dari DBMS (Database Management System)

a. File manager berfungsi untuk mengelola struktur data yang digunakan untuk mempresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
b.  Database Manager berfungsi untuk menyediakan interface antar data dengan program alikasi dan query.
c.  Query Processor berfungsi sebagai penterjemah perintah dalam bahasa query ke intruksi low – level yang dapat dimengerti database manager.
d.  DML Precompiler berfungsi sebagai pengkonversi pernyataan atau perintah DML, yang ditambahkan dalam suatu program aplikasi pemanggil prosedur normal dalam bahasa induk.
e. DDL Compiler digunakan untuk mengkonversi berbagai perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata.

B.     DBMS Bionic

Sebagai dark silicon yang masih nampak samar, watt per operasi akan segera menjadi metrik kinerja utama untuk sistem database. Waktu per operasi, sementara ini masih penting, dan akan menjadi kendala ketika mencoba untuk meminimalkan penggunaan listrik. Akibatnya sudah muncul dukungan hardware khusus untuk mesin database, dan akan berkembang biak, yang mengarah dari waktu ke waktu untuk DBMS hybrid hardware-software. Pergeseran ini menimbulkan masalah bagi mesin database, karena mereka secara historis sangat tidak ramah untuk dukungan hardware. Proyek yang digarap oleh Ryan Johnson ini bertujuan untuk memikirkan kembali desain DBMS dari bawah ke atas, dalam konteks dark silicon dan potensi hardware khusus, untuk mencapai penghematan listrik yang belum pernah terjadi sebelumnya sambil menjaga atau bahkan meningkatkan kinerjanya.
DBMS adalah perantara user dengan basis data dan juga bisa disebut sebagai sistem pengorganisasian data pada komputer. Sedangkan bionik adalah mesin database yang menerapkan hampir semua fungsi tombol langsung di hardware dan membuang software untuk peran sebagian besar manajerial.  Jadi DBMS bionik adalah sebuah perantara antara user dengan basis data dan sebagai sistem pengorganisasian data pada komputer yang menggunakan mesin database yang menerapkan hampir semua fungsi tombol langsung di hardware dan membuang peran software untuk sebagian besar manajerial. 
 
C.    Kesimpulan

Jadi tujuan dari pembuatan DBMS bionic merupakan suatu perwujudan dari pemikiran kembali dari para ahli untuk membuat sebuah desain DBMS terbaru yang dapat menghemat penggunaan listrik yang belum pernah ada sebelumnya sambil terus tetap konsisten dan bisa meningkatkan kinerja DBMS menjadi lebih baik lagi. Dalam pembuatan DBMS bionik ini menggunakan sebuah alat bernama dark silicon yang merupakan sebuah alat yang menjadi tren untuk meningkatkan fraksi transistor chip untuk menyisihkan yang tidak terpakai sewaktu waktu.



Daftar pustaka :
http://cidrdb.org/cidr2013/Papers/CIDR13_Paper105.pdf
fitrianingsih.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/33866/PkemDB.pdf
                                                                                                 




Kamis, 28 April 2016

Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta

1.     Rumah adat

Rumah adat Daerah Istimewa Yogyakarta dinamakan Bangsal Kencono. Kraton Yogyakarta merupakan sebuah bangunan Pendopo. Halamannya sangat luas, ditumbuhi tanaman dan dilengkapi beberapa sangkar burung. Di depan Bangsal Kencono terdapat dua patung dari Gupolo, sang raksasa yang memegang gada (sejenis alat pemukul).


                               Bangsal Kencono

2.     Pakaian  Adat

Pria Yogyakarta memakai pakaian adat berupa tutup kepala (destar), baju jas dengan leher tertutup (jas tutup) dan keris yang terselip di pinggang bagian belakang. Ia juga mengenakan kain batik yang bercorak sama dengan sang wanita. Sedangkan wanitanya memakai kebaya dan kain batik. Perhiasannya berupa anting-anting,  kalung, dan cincin.
                                                           

Pakaian adat pria  dan wanita Yogyakarta




3.     Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta
a.       Tari Serimpi Sangupati, sebuah tarian keraton pada masa lalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut dan menawan hati.
b.    Tari Bedaya, merupakan tarian keraton yang ditarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai dan lembut.
c.       Tari Beksan Nirbaya, diilhami bentuk kesenian "Edan-edanan" salah satu bagian dari upacara keraton Yogya yang berfungsi sebagai "penolak bala". Bentuk ini diangkat menjadi seni pertunjukan, yang mendapat stilirasi , tanpa meninggalkan esensi dan karakter geraknya yang unik.
d.      Tari Merak, suatu tari yang mengisahkan keindahan dan kebebasan alam bebas yang dialami burung merak.
e.   Tari Beksan Lawung Ageng, suatu tari yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, sebagai sarana untuk memupuk semangat para jiwa prajurit.

Tari Serimpi Sangupati

4.     Senjata Tradisional

Di Yogyakarta, keris merupakan senjata tradisional yang paling terkenal. Keris-keris ini diberi gelar-gelar kehormatan seperti "Kanjeng Kyai Kpek" dan sebagainya. Selain keris terdapat pula tombak yang dianggap sebagai benda pusaka. Benda-benda ini sangat dihormati dan diberi gelar kehormatan. Antara lain "Kajeng Kyai Ageng Plered", Kanjeng Kyai Ageng Baru", "Kanjeng Kyai Gadapan" dan "Kanjeng Ageng Megatruh".
"Kyai Plered" mempunyai sejarah tersendiri, karena Untung Suropati berhasil menewaskan opsir Belanda Kapten Tack dengan menggunakan "Kyai Plered". Oleh karena itu, tombak ini dianggap keramat. Ada pula tombak dan keris yang disebut Tosan Aji. Tosan artinya besi dan Aji artinya dihormati karena bertuah. Benda-benda ini biasanya dirawat baik-baik dan disimpan pada tempat-tempat khusus. Pada saat - saat tertentu benda-benda itu dibersihkan dan dimandikan.
Keris Yogyakarta


  1. Upacara Adat Daerah Istimewa Yogyakarta
1)    Saparan Bekakak
Upacara adat saparan bekakak merupakan ritual yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I.
Ritual yang digelar sebagai bentuk permohonan keselamatan warga Gamping ini disebut Saparan Bekakak karena dalam pelengkap upacaranya terdapat sepasang pengantin boneka bekakak yang disembelih sebagai simbol persembahan. Yang menarik dalam upacara ini, sepasang pengantin bekakak akan diarak menuju tempat penyembelihan yakni Gunung Gamping dan Gunung Kiling.

2)    Tradisi Nguras Enceh

Upacara Nguras Enceh atau mengganti air gentong adalah tradisi yang dilakukan pada setiap sura khususnya pada hari Jumat Kliwon bertempat di kompleks makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Bantul.
Terdapat empat gentong yang akan dikuras dalam acara ini. Keempatnya merupakan hadiah dari Kerajaan Palembang, Kerajaan Aceh, Kerajaan Ngerum (Turki), dan Kerajaan Siam (Thailand) kepadaSultan Agung (1613-1645) sebagai penguasa Kerajaan Mataram saat itu sebagai tanda persahabatan.
Sebelum upacara ini digelar, dilakukan Upacara Ngarak Siwur (Siwur = gayung air dari batok kelapa dengan tangkai bambu) dengan arak-arakan prajurit menuju kompleks makan Raja-raja Imogiri. Setelah itu, upacara nguras Enceh dimulai oleh abdi dalem Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Yang menarik air cidukan dari gentong tersebut selalu diperebutkan warga karena dianggap memiliki tuah tertentu.

3)    Tradisi Cupu Panjala

Upacara ini digelar setiap pasaran Kliwon di penghujung musim kemarau pada bulan Ruwah(kalender Jawa) bertempat di Desa Mendak Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul.
Masyarakat mempercayai bahwa gambar yang terlihat dalam lapisan kain mori pembungkus cupu merupakan ramalan peristiwa setahun ke depan. Baik itu menyangkut keadaan sosial, perekonomian, lingkungan hidup, bahkan dunia politik.

4)    Upacara Sekaten

Acara ini merupakan acara tradisi jawa dalam memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Yogya beranggapan apabila ikut serta dalam peringatan ini akan mendapat imbalan dari Yang Maha Kuasa yaitu awet muda, dan sebagai “Srono” atau syaratnya, mereka harus mengunyah sirih di halaman Masjid Agung dari awal acara dimulai.
                             
Upacara sekaten


5)     Upacara Tumplak Wajik
                           
Upacara Tumplak Wajik ini diselenggarakan dua hari sebelum acara grebegan. Bertempat di halaman Kemandungan Selatan atau Magangan keraton Yogyakarta. Upacara Tumplak Wajik berarti menumpahkan wajik (sejenis makanan yang terbuat dari ketan) sebagai dasar pembuatan gunungan sebelum acara grebegan dimulai. Upacara ini diiringi oleh musik kothekan (musik dari lesung dan kenthongan).

                             
Upacara tumplak wajik


6)     Upacara Garebeg
Garebeg adalah upacara adat Kraton Yogyakarta yang diselenggarakan tiga kali dalam satu tahun untuk memperingati hari besar Islam. Mengenai istilah Garebeg, ini berasal dari bahasa Jawa “Grebeg”, yang berarti “Di iringi para pengikut”. Pengertian lain mengatakan bahwa Gunungan itu di perebutkan warga masyarakat yang berarti di Grebeg atau Garebeg.
Pelaksanaan upacara tersebut bertepatan dengan hari-hari besar Islam seperti 
Garebeg Syawal, Garebeg Besar, Garebeg Maulud
                                  


7)     Upacara Siraman Pusaka

Upacara Siraman Pusaka ini dilakukan setiap Selasa atau Jumat kliwon pada bulan Jawa Sura, keraton mengadakan acara ini untuk membersihkan benda-benda keramat milik keraton serta kereta-kereta istana. Sedangkan pada hari Jumat kliwon di makam raja-raja di daerah Imogiri dilakukan upacara pengurasan dan pencucian air dalam guci-guci atau jambangan yang disebut Enceh. Konon, menurut masyarakat Jawa apabila meminum air ini akan jauh dari malapetaka atau marabahaya, dihindrakan dari penyakit, serta awet muda.

                     


8)     Sendratari Ramayana
9)     Upacara labuhan pantai
10) Seni wayang jawa
11) Ketoprak jawa
12) Upacara tunggul wulung
13) Upacara sapalan wonolelo
14) Upacara cupu panjolo
15) Upacara bekakak, dll.

  1.  Suku : Jawa
  2.  Bahasa Daerah : Jawa
  3.  Lagu Daerah
Tak beda jauh dengan Jawa Tengah, di Provinsi ini juga terdapat beberapa kesenian dan budaya yang memang layak untuk dilestarikan. Beberapa diantaranya budaya-budaya yang masih kental dengan adat Keraton. Dan tak berbeda jauh dengan Jawa Tengah lagu-lagu daerah Yogyakarta ini pun hampir mirip dengan Provinsi Jawa Tengah, namun ada beberapa lagu daerah dari provinsi ini yang berbeda yaitu :
a)     Lagu Pitik Tukung
 Aku duwe pitik pitik tukung Saben dina tak pakani jagung Petok gok petok petok ngendok pitu Tak ngremake netes telu Kabeh trondol trondol tanpa wulu Mondol mondol dol gawe guyu Lagu Sinom Amenangi jaman edan ewuh aja ing pambudi melu edan ora tahan jen tan melu anglakoni boya kaduman melik kaliren wekasanipun dilalah karsa Allah begjane kang lali luwih begja kang engling lan waspada
b)     Lagu Suwe Ora Jamu
Suwe ora jamu Jamu godhong tela Suwe ora ketemu Ketemu pisan gawe gela Suwe ora jamu Jamu godhong tela Suwe ora ketemu Ketemu pisan gawe gela
c)      Lagu Tekate Dipanah
Te kate dipanah Dipanah ngisor gelagah Ana manuk konde-onde Mbok sirbombok mbok sirkate Mbok sirbombok mbok sirkate



https://rifiway26.wordpress.com/2013/03/07/keragaman-budaya-daerah-istimewa-yogyakarta-jogjakarta/

http://macam2budayaindonesia.blogspot.co.id/2014/01/lagu-daerah-di-yogyakarta.html