Kamis, 13 Juli 2017

Tugas 4 Perancangan Sistem Aplikasi Koperasi Siswa Perintis SMA N 7 Purworejo



Setelah menguraikan kekurangan dari sistem lama yang diterapkan dalam Koperasi Siswa Perintis SMA N 7 Purworejo. Berikut kami kembangkan suatu aplikasi yang dapat mengatasi kekurangan dari sistem lama tersebut dengan flowchart sebagai berikut :  



Keterangan Flowchart
1.     Symbol Decision : Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa   kemungkinan jawaban/aksi.

2.      Terminal : Untuk memulai dan mengakhiri suatu program.
3.      Symbol input-output : Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya.


4.      Symbol Process : Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer.
 

5.      Symbol display : Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya.
6.      Symbol disk and on-line storage : Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk.

7.      Symbol dokumen : Symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas.

 
Desain Database 
Seperti kebanyakan sistem pada umumnya, sebuah sistem memerlukan database untuk menyimpan keseluruhan data yang dibutuhkan oleh user. Desain database Sistem Kasir Koperasi Siswa SMAN 7 Purworejo yang kami buat menggunakan database mysql dengan server Xampp v3.2.1.
Berikut ini adalah tampilan relasi tabel pada Sistem Kasir Koperasi SMAN 7 Purworejo. Pada gambar dibawah ini memperlihatkan hubungan saling keterkaitan dari masing-masing tabel dalam database untuk memudahkan user menemukan apa yang dicari.
 
 Gambar 1.1 RelasiTabel Sistem Informasi Kasir Koperasi Siswa SMAN 7 Purworejo
 


Tampilan tabel database yang saling berkaitan satu dengan lainnya dengan bantuan primary key dapat dilihat pada gambar dibawah ini.    


Gambar 1.2 Database yang Digunakan pada Kasir Koperasi Siswa SMAN 7 Purworejo
 
Desain Tampilan

Tampilan aplikasi sistem Kasir Koperasi Siswa SMAN 7 Purworejo yang berbasis web dibuat dengan sederhana tetapi menarik untuk memudahkan user dalam pengoperasiannya sehingga tidak memerlukan tenaga ahli dibidangnya. Pemilihan warna dan ukuran tulisan juga diperhatikan agar tidak menyulitkan user. Dan desain tampilan yang telah kami buat dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
 
 Gambar 1.3 Form Login Kasir Koperasi Siswa SMAN 7 Purworejo 


Setelah user masuk kedalam sistem kasir koperasi Siswa SMAN 7 Purworejo, sistem otomatis akan menampilkan halaman untuk menginput penjualan. Jika user ingin mencari harga barang dapat memasukkan kode barang atau nama barang dan klik tombol cari barang atau dengan menscan barcode barang tersebut. Lalu sistem akan menampilkan barang yang dicari berupa harga satuan dan ketersedian stok barang. Selain kelebihan tersebut, sistem ini juga dapat langsung menghitung jumlah kembalian yang akan berikan kepada customer.

Gambar 1.4 Form Transaksi Penjualan dengan Barcode Berbasis Web
 
Selain halaman Input penjualan, user juga dapat mengakses data penjualan dengan memfilter data berdasarkan periode bulan, tahun dan no. Transaksi dan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.  

Gambar 1.5 Laporan Transaksi Penjualan per Periode Bulan dan Tahun

Tugas 3 Analisis Sistem Koperasi Siswa Perintis SMA Negeri 7 Purworejo

Nama Kelompok :
1.      Henny                                     13115125
2.      Indri Yulianti                          13115372
3.      Irma Safitri                             17115831
4.      Tifani Aprilia                          16115894
5.      Tizzani Assadia Salsabila       16115919
 Kelas 2KA04
 
PENDAHULUAN
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah – sekolah, dimana anggotanya terdiri dari siswa sekolah tersebut.
Dasar hukum pembentukan koperasi sekolah yaitu :
Surat keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dengan Menteri Transmigrasi dan Koperasi tanggal 18 Juli 1972 Nomor 275 / KTPS / Mentranskop / 72.
Ciri – ciri Koperasi Sekolah :
1.      Koperasi sekolah tidak berbdan hukum, tatapi keberadaannya di akui oleh Menteri Koperasi dan Pembinaaan Pengusaha Kecil. Jadi tedaftar sebagai koperasi terdaftar.
2.      Anggotanya terdiri dari para siswa .
3.      Jangka waktunya terbatas. Keanggotaannya berlangsung selama yang bersangkutan menjadi siswa.
4.      Koperasi sekolah diselenggarakan dalam waktu – waktu tertentu, agar tidak menggangu proses kegiatan belajar mengajar.
 
Gambaran Umum Sistem yang Berjalan
Koperasi siswa diketuai oleh seorang siswa dan satu pembimbing yang telah dipilih oleh anggota pada Rapat Anggota Tahunan (RAT). Modal pada koperasi siswa ini terdapat dua jenis, yaitu modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan cadangan dan hibah. Simpanan pokok, merupakan simpanan anggota dengan jumlah yang sama besar untuk setiap siswa dan dibayar hanya sekali, pada saat masuk menjadi anggota.  Simpanan wajib, merupakan simpanan anggota yang wajib dibayar rutin oleh siswa setiap bulan dengan jumlah yang telah ditentukan. Simpanan cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha (SHU) setiap akhir tahun. Dana simpanan ini dapat digunakan untuk menambah modal koperasi dan untuk menutup kerugian dari hasil penjualan, apabila mengalami kerugian. Hibah merupakan bantuan dari pihak lain secara sukarela, biasanya staf karyawan dan pihak guru memberikan dana untuk menambah modal koperasi siswa ini. Modal pinjaman, yaitu pinjaman yang berasal dari lembaga perbankan. Barang barang yang dijual di koperasi siswa ini antara lain, buku tulis, alat tulis kantor, buku paket mata pelajaran, jajanan, minuman dan lain - lain.
Seluruh siswa menjadi anggota koperasi sekolah dengan cara membayar simpanan pokok dan  simpanan wajib yang telah ditentukan oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT). Jika ada siswa-siswi yang membeli barang di koperasi siswa maka penjualan tersebut akan dicatat oleh petugas koperasi di dalam buku penjualan. Pencatatan ini masih dilakukan secara manual di dalam buku jurnal umum. Kemudian dicatat pada buku besar pembantu. Setelah itu memindah bukukan (posting) dari jurnal ke buku besar. Kemudian menyususn neraca saldo atau neraca sisa. Selanjutnya membuat jurnal penyesuaian dan kertas kerja. Kemudian membuat jurnal penutup. Setelah itu menyusun laporan perhitungan SHU koperasi. Semua laporan hasil penjualan koperasi siswa akan disampaikan pada saat Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Berikut adalah flowchart alur sistem lama yang diterapkan pada koperasi siswa Perintis SMA Negeri 7 Purworejo :
 

Struktur Organisasi Pengurus Koperasi Siswa Perintis
 
 
 
Tugas dan Peran Pengurus Koperasi Siswa Perintis :
1.      Top Management
a.       Pembimbing
·         Mengawasi usaha pengelolaan koperasi siswa.
·         Menyampaikan laporan hasil pengawasannya kepada rapat anggota.
b.      Ketua
·         Mengelola usahan koperasi siswa
·         Mengajukan rancangan/rencana kerja kepada rapat anggota
·         Menyelenggarakan rapat anggota
2.      Middle Management
a.       Bendahara Umum
·         Mengajukan racangan anggaran pendapatan dan belanja koperasi siswa pada rapat anggota
·         Mencatat arus kas masuk dan keluar dari seluruh penjualan dan pembelian koperasi siswa
b.      Sekretaris
·         Menyampaikan laporan pertanggungjawaban koperasi siswa pada rapat anggota
c.       Bendahara Toko
·         Mencatat arus kas masuk dan keluar dari penjualan dan pembelian alat tulis kantor, makanan dan minuman di koperasi siswa
d.      Bendahara Buku
·         Mencatat arus kas masuk dan keluar dari penjualan dan pembelian buku tulis dan buku paket pelajaran di koperasi siswa
3.      Low Management
a.       Pengembangan Koperasi
·         Melakukan pengawasan serta peningkatan kualitas serta kuantitas pada koperasi siswa
b.      Petugas Koperasi
·         Melakukan pengecekan dan pendataan kegiatan serta barang – barang yang ada pada Koperasi Siswa
·         Melayani pembelian serta penjualan barang

Kelemahan Sistem yang Berjalan
Dikarenakan sistem pencatatan penjualan yang dilakukan secara manual oleh petugas koperasi, maka akan beresiko terjadinya kekeliruan dalam pencatatan penjualan tersebut. Lalu apabila petugas koperasi tersebut tidak mengetahui harga barang yang dijual maka hal tersebut juga akan menghambat proses jual beli dikarenakan petugas tersebut harus membuka catatan harga barang dan mencarinya secara manual. Pencatatan stok barang pun juga ditulis manual sehingga hal ini dapat menyebabkan kecurangan dapat terjadi.
PENUTUP
Menurut kami, untuk mengurangi dampak dari kelemahan sistem yang ada, maka sebaiknya dibuat suatu sistem baru yang dapat mempermudah pekerjaan dari petugas koperasi dalam menjalankan kegiatan jual beli di koperasi sekolah. Sehingga dapat meminimalisir kesalahan atau human error yang dapat terjadi.
Untuk mengurangi dampak dari kelemahan yang ada pada sistem di atas, maka kami ingin membuat sebuah program yang dapat digunakan untuk membantu pekerjaan petugas koperasi dalam menjalankan kegiatan jual beli di koperasi sekolah. Pertama, program ini dapat membantu petugas koperasi untuk membuat pencatatan barang yang terjual. Kedua, memudahkan petugas koperasi untuk mencari harga barang tanpa harus mencarinya secara manual, yaitu petugas koperasi hanya tinggal menginput kode_barang pada kolom yang tersedia, maka harga barang akan langsung muncul. Yang ke tiga adalah program ini akan mengurangi tingkat kecurangan karena program ini akan mengupdate jumlah stok barang secara otomatis.
 
 

Senin, 24 April 2017

Tugas Softskill 2


Struktur Organisasi BNI Multifinance


A.    Top Management
Manajemen Puncak Terdiri atas kelompok yang relative kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Dikatakan top majager karena mereka berada dipuncak tingkat Manajerial. Mereka adalah orang-orang yang memegang jabatan tinggi dalam suatu organisasi, mereka bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap Manajemen organisasi yang bersangkutan.
Tugas atau peranannya adalah menetapkan kebijakan operasional dan mengarahkan organisasi dalam berinteraksi dengan lingkungannya baik mikro maupun makro.

1.     Dewan Komisaris

Dewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan terbatas (PT). Di Indonesia Dewan Komisaris ditunjuk oleh RUPS dan di dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab dari dewan komisaris.
Tugas dan kewenangan
·  melakukan pengawasan atas jalannya usaha PT dan memberikan nasihat kepada direktur
·    dalam melakukan tugas, dewan direksi berdasarkan kepada kepentingan PT dan sesuai dengan maksud dan tujuan PT.
·  kewenangan khusus dewan komisaris, bahwa dewan komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu direktur, apabila direktur berhalangan atau dalam keadaan tertentu
      Kewajiban
·         membuat risalah rapat dewan komisaris dan menyimpan salinan rapat
·         melaporkan kepada PT mengenai kepemilikan saham dan/atau keluarga atas saham PT dan saham di PT lainnya
·         memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukan
·         mengawasi direktur

2.     Direktur Utama
Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT). Direktur dapat seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan memimpin perseroan terbatas. Penyebutan direktur dapat bermacam-macam, yaitu dewan manajer, dewan gubernur, atau dewan eksekutif.
Di Indonesia pengaturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab direksi.
Seorang direktur atau dewan direksi dalam jumlah direktur dalam suatu perusahaan (minimal satu), yang dapat dicalonkan sebagai direktur, dan cara pemilihan direktur ditetapkan dalam anggaran dasar perusahaan. Pada umumnya direktur memiliki tugas antara lain:
1)     memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan
2) memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer)
3)     menyetujui anggaran tahunan perusahaan
4)     menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan
Tanggung jawab dari direktur kepada pihak ketiga dan hukum ditentukan dari jenis perusahaan yang didirikan (FirmaPersekutuan Komanditer (CV), atau Perseroan Terbatas (PT)).


B.    Middle Management

Manajemen Menengah Mencangkup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi. Manager menengah mengarahkan kegiatan manager lain, juga mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi.

1.     Direktur Keuangan dan Operasional

a.      Direktur Operasional

 

Dalam struktur perusahaan seorang direktur operasional berada di bawah langsung seorang direktur utama. Tugas dan tanggug jawab direktur utama sebelumnya sudah pernah kami ulas, bisa Anda lihat di sini.  Untuk mengetahui apa saja  deskripsi tugas direktur operasional perusahaan, berikut ini tugas dan tanggung jawab direktur operasional :
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi seluruh pelaksanaan operasional perusahaan
2. Membuat standar perusahaan mengenai semua proses operasional, produksi, proyek dan kualitas hasil produksi
3.   Membuat stategi dalam pemenuhan target perusahaan dan cara mencapai target tersebut
4.      Membantu tugas-tugas direktur utama
5.  Mengecek, mengawasi dan menentukan semua kebutuhan dalam proses operasional perusahaan
6. Merencanakan, menentukan, mengawasi, mengambil keputusan dan mengkoordinasi dalam hal keuangan untuk kebutuhan operasional perusahaan
7.   Mengawasi seluruh karyawan apakah tugas yang dilakukan sesuai dengan standar operasional perusahaan
8.    Bertanggung jawab pada pengembangan kualitas produk ataupun karyawan
9.      Membuat laporan kegiatan untuk diberikan kepada direktur utama
10.  Bertanggung jawab pada proses operasional, produksi, proyek dan kualitas hasil produksi


b.     Direktur Keuangan


Direktur keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Dewan Direksi. sesuai dengan namanya, direktur bidang finansial ini memiliki tugas pokok sebagai:
1)     Pengawas operasional mengenai keuangan perusahaan.
2) Memberi pertanggungjawaban dalam tiap kegiatan yang terkait urusan finansial.
3)    Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan.
4) Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian yang terkait masalah keuangan.
5)     Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya.
6)  Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk memastikan dan menjamin tidak adanya kebocoran terkait penggunaan keuangan.

2.     Divisi Keuangan & umum
Divisi ini memiliki tugas dan kegiatan di bidang :
a)     Perencanaan dan penganggaran;
b)     Treasury dan kebendaharaan;
c)      Akuntansi dan pelaporan keuangan;
d)     Pengelolaan Sumber Daya Manusia;
e)     Pengelolaan perlengkapan dan kerumahtanggan; dan
f)       Pengorganisasian dan tata laksana.

3.     Divisi Operasional
Divisi ini memiliki tugas dan kegiatan di bidang :
a)     Mengelola dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasi perusahaan
b)     Memangkas habis biaya-biaya operasi yang sama sekali tidak menguntungkan perusahaan
c)      Meneliti teknologi baru dan metode alternatif efisiensi
d)     Mengawasi produksi barang atau penyediaan jasa
e)     Mengawasi tata letak operasional , persediaan dan distribusi barang
f)       Membuat atau merencanakan pengembangan operasi dalam jangka pendek maupun panjang
g)     Meningkatkan sistem operasional, proses dan kebijakan dalam mendukung visi dan misi perusahaan
h)     Melakukan pertemuan rutin dengan direktur eksekutif secara berkala
i)       Melakukan pencairan cek untuk biaya agen
j)       Mengatur anggaran dan mengelola biaya
k)     Mengelola program jaminan kualitas

4.     Divisi Bisnis I
5.     Divisi Bisnis II


C.     Low Management
Manajemen Lini Tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.

1.      Corporate Plain Business Process & IT
Deparment Corporate Plain Business Process bertugas sebagai corporate planning officer yang menangani anggaran, ALMA, dan compoliance officer yang menjaga bank agar patuh terhadap BI. Sedangkan untuk bagian IT berisi orang-orang ahli IT dan programmer. Tujuanya sebagai penunjang tekhnologi perbankan.
2.      Akuntansi
Accounting staff/Staf Akunting merupakan jabatan yang bertanggung jawab atas laporan aktivitas keuangan secara tertulis selain itu pada jabatan ini dituntut untuk mengerti masalah perpajakan yang berlaku di negara Indonesia karena laporan perpajakan perusahaan dibuat oleh Accounting staff/Staf Akunting. 
a)     Melakukan pengaturan administrasi keuangan perusahaan 
b)     Menyusun dan membuat laporan keuangan perusahaan 
c)      Menyusun dan membuat laporan perpajakan perusahaan 
d)  Menyusun dan membuat anggaran pengeluaran perusahaan secara periodik (bulanan atau tahunan ) 
e)  Menyusun dan membuat anggaran pendapatan perusahaan secara periodik (bulanan atau tahunan ) 
f)       Melakukan pembayaran gaji karyawan 
g)     Menyusun dan membuat surat-surat yang berhubungan dengan perbankan dan kemampuan keuangan perusahaan

3.     Umum & HRD
Tugas seorang HRD berhubungan dengan sumber daya manusia, maka seorang HRD harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Berikut ini tugas dan tanggung jawab HRD :
a)  Bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia. Dalam hal ini termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sumber daya manusia dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
b)     Membuat sistem HR yang efektif dan efisien, misalnya dengan membuat SOP, job description, training and development system dll.
c)   Bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen karyawan, mulai dari mencari calon karyawan, wawancara hingga seleksi.
d) Melakukan seleksi, promosi, transfering dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu.
e) Melakukan kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kemampuan, potensi, mental, keterampilan dan pengetahuan karyawan yang sesuai dengan standar perusahaan.
f)  Bertangggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus dan tunjangan.
g)  Membuat kontrak kerja karyawan serta memperbaharui masa berlakunya kontrak kerja.
h)     Melakukan tindakan disipliner pada karyawan yang melanggar peraturan atau kebijakan perusahaan.

4.     Treasury
Fungsi unit kerja bidang treasury adalah bertanggung jawab dalam pengelolaan likuiditas bank, manajemen aset, liabilitas dan sekaligus sebagai unit yang mencari keuntungan (profit center). Adapun penjelasannya, dapat diuraikan, sebagai berikut:
Manajemen likuiditas yaitu bertanggung jawab dalam memastikan bahwa bank selalu dalam kondisi likuid dimana dana selalu tersedia untuk:
a)     Membayar kewajiban yang jatuh tempo kepada pihak ketiga
b)  Memenuhi kebutuhan bisnis termasuk pencairan kredit dan atau membayar biaya operasional
c) Memenuhi ketentuan Bank Indonesia, perihal kewajiban rasio Giro Wajib Minimum, yaitu rasio simpanan minimum yang harus dipelihara oleh sebuah bank dalam bentuk giro bank di bank Indonesia dibagi dengan simpanan dana pihak ketiga.

5.     Loan Admin &  Legal
Posisi ini bertugas untuk menanangani masalah administrasi kredit, portofolio kredit dan juga hukum. Loan administration department biasanya menerima pendaftaran/ permohonan kredit, menganalisa dan membantu permohonan kredit, menyiapkan dan melakukan realisasi kredit, memelihara dan menyimpan dokumen termasuk agunan kredit, mengawasi performance dan mengklarfikasi kredit, serta menyelesaikan kredit bermasalah. Di bagian ini selain terdapat petugas pengolah data dan administrasi pinjaman, terdapat juga bagian legal officer dan legal documentation.


6.     Credit Risk & Risk Management

Bagian ini merupakan bagian yang bertugas untuk menentukan layak tidaknya seorang nasabah mendapatkan fasilitas kredit dari bank. Biasanya berkaitan dengan permohonan kartu kredit dan juga terkait masalah batas kredit yang diberikan kepada pemohon kartu kredit.

7.     Unit Bisnis I,II,III dan IV
8.      Operating Lease & Services

9.     Sales Representative
Sales Representative adalah seseorang yang dipekerjakan untuk mewakili bisnis dan untuk menjual barang dagangan kepada pelanggan di tempat usaha / toko atau pelanggan yang mengunjungi perusahaan tempat kerja Sales Representative tersebut. 
Tugas dan tanggung jawab sales representative:
a)     Mengenalkan dan menjual produk
b)     Menjaga hubungan baik dengan pelanggan
c)      Mencari pelanggan baru
d)     Membuat Laporan Hasil Kerja Harian/Bulanan/Tahunan


Sumber : 
http://www.bnimultifinance.co.id/profil-kami/struktur-organisasi
http://tugasdantanggungjawabkerja.blogspot.co.id/2016/03/tugas-dan-tanggung-jawab-accounting.html
http://www.qerja.com/journal/view/369-6-jenis-pekerjaan-yang-ada-di-bank-1/2/
http://ratriptyas.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/28069/BAB_1_GAMBARAN_UMUM_MANAJEMEN.pdf